Hadapi MEA, Prosedur Sertifikasi Produk Ikan Disederhanakan

Pemerintah berencana melindungi produk ikan dalam negeri dari serbuan produk impor menjelang diberlakukannya Masyarakat ekonomi ASEAN (MEA) dengan menyederhanakan prosedur sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI). Langkah ini dilakukan dengan membentuk tim kecil yang terdiri dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta Badan Standarisasi Nasional. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP) Kementerian Kelautan dan Perikanan, Saut Hutagalung di Jakarta, Selasa 18 Agustus lalu.

“Mengingat sebentar lagi ada Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), koordinasi ini juga untuk membendung produk impor yang masuk,” ungkapnya.

Menurut Saut, selama ini pengurusan sertifikasi SNI membutuhkan waktu yang lama terutama pada proses perbaikan karena harus menyesuaikan cara produksinya sesuai standar. Sertifikasi SNI diperlukan untuk meyakinkan konsumen bahwa produk tersebut aman dikonsumsi sehingga produk mampu bersaing dipasaran. Penyederhanaan prosedur sertifikasi SNI ini juga dilakukan untuk membantu unit pengelolaan ikan yang sebagian besar berupa Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dengan kemampuan sumber daya manusia dan finansial terbatas. Dengan tim ini, pemerintah akan memfasilitasi berbagai hal dalam mendapatkan SNI, seperti perizinan pemerintah daerah, pemanfaatan laboratorium, dan lain sebagainya.

“Label SNI diperlukan untuk daya saing produk dan meyakinkan konsumen dalam membeli,” jelasnya.

Selama ini produk hasil olahan ikan bersertifikat SNI yang beredar dipasaran baru sejumlah sebelas buah dari puluhan ribu produk yang ada. Sebagian besar baru mengantongi perizinan Sertifikasi Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT). Jenis Olahan ikan tersebut berupa ikan pindang, ikan asin, ikan asap, kerupuk ikan, abon ikan, terasi ikan dan tepung ikan. Selain itu, ada juga olahan ikan segar, ikan beku, bakso ikan, empek-empek ikan, otak-otak ikan, dan olahan produk value added lain.kabarCSR/ika.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*