ANTAM Mengakhiri Kegiatan Tambang Emas di Cikotok

kabarcsr antam cikotok

PT ANTAM (Persero) Tbk mengumumkan bahwa kegiatan penambangan emas di Cikotok, Kabupaten Lebak, Banten telah berakhir. Seremoni pengakhiran pertambangan tersebut dilakukan oleh Direktur Umum & CSR ANTAM, I Made Surata dan Bupati Lebak Hj. Iti Octavia Jayabaya pada tanggal 21 Januari 2016.

Direktur Umum & CSR ANTAM, I Made Surata mengatakan, ” Pertambangan emas Cikotok telah menjadi salah satu bagian dalam sejarah bangsa Indonesia saat dikuasai penjajah tahun 1936 hingga akhirnya menjadi perusahaan negara tahun 1960 dan menjadi bagian dari ANTAM pada tahun 1968. Setelah lebih dari 40 tahun, ANTAM melaksanakan proses pengakhiran tambang Cikotok sebagai bagian dari implementasi praktik penambangan yang baik. ”

Tambang emas Cikotok merupakan salah satu dari 7 badan atau perusahaan yang di merjer saat pembentukan PT ANTAM (Persero) Tbk pada tanggal 5 Juli 1968. Penambangan emas di Cikotok awalnya dilakukan oleh perusahaan belanda Naamloze Vennootschap Mijnbouw Maatschappij Zuid Bantam pada tahun 1936 namun berhenti pada tahun 1939 saat pecah perang dunia II. Setelah Jepang menduduki Indonesia sebuah perusahaan Jepang Mitsui Kosha Kabushiki Kaisa melanjutkan tambang Cikotok dengan tujuan utama timah hitam untuk keperluan perang. Setelah Indonesia merdeka tahun 1945, tambang Cikotok berada di bawah pengawasan Jawatan Pertambangan Republik Indonesia hingga akhirnya tahun 1960 statusnya menjadi perusahaan Negara.

Masa penambangan tambang emas Cikotok memasuki fase pascatambang pada tahun 2008 dan pada Januari 2016 ANTAM mengakhiri kegiatan pascatambang sesuai persetujuan Pemerintah Daerah Kabupaten Lebak, Provinsi Banten melalui surat persetujuan bupati tertanggal 11 Desember 2015. Meskipun Pengelolaan lingkungan sudah dilaksanakan sejak kegiatan operasional masih aktif namun pada fase pascatambang, ANTAM tetap menjalankan berbagai program pascatambang, yang meliputi kegiatan reklamasi, revegetasi.

Leave a Reply