CSR (Bukan) Alat Pencitraan

editor mei 2015 kabar csr indonesia

Corporate Social Responsibility atau yang lebih dikenal dengan CSR menjadi daya tarik tersendiri bagi banyak kalangan di masyarakat. Pasalnya, CSR menjadi tumpuan untuk sebuah derma sekaligus menjadi harapan ‘dana sosial’ bagi masyarakat. Tidak hanya masyarakat, pemerintah pun tak tertinggal untuk berharap mendapat bagian dari CSR.

Harapan masyarakat dan pemerintah tersebut memang tidak salah. Bahkan tidak sedikit pemerintah daerah (pemda) yang membuat forum, peraturan daerah (perda) untuk mengatur ‘kue’ CSR khususnya di wilayah pemda tersebut. Fakta tersebut, tidak juga salah secara hukum.

Namun demikian, fakta tersebut tidaklah mencermin makna sejati dari CSR itu sendiri. CSR merupakan tanggung jawab sosial perusahaan khususnya terhadap keberlangsungan kehidupan masyarakat yang lebih baik, lingkungan, dan perusahaan itu sendiri. Tanggung jawab sosial bukan berarti perusahaan harus menghibahkan dana, atau bantuan sosial berupa dana, tetapi lebih kepada jaminan perusahaan terhadap keberlangsungan usaha, kualitas hidup masyarakat, dan lingkungan.

Bila kita lihat definisi CSR yang disampaikan World Business Council for Sustainable Development (WBCSD) yang mencakup dimensi kesukarelaan, stakeholder, sosial, dan ekonomi dapat dilihat bahwa inti dari CSR adalah peningkatan kualitas hidup dari lingkungan kerja, beserta keluarga (karyawan), dan masyarakat sekitar. “… the continuing commitment by business to behave ethically and contribute to economic development while improving the quality of life of the workforce and their families as well as the local community and society at large.” (World Business Council for Sustainable Development, 2000).

Singkatnya, tidaklah benar bila ada perusahaan yang memberikan bantuan dana (hibah) kepada masyarakat atau pemda, atau komunitas lainnya, sedangkan karyawannya tidak memperoleh hak-haknya, seperti gaji sesuai UMR misalnya, perusahaan tersebut dalam beroperasi merusak lingkungan, menghasilkan produk yang tidak ramah lingkungan, tersangkut permasalahan hukum, dan berbagai permasalahan lainnya.

Jadi, jangan buru-buru menilai baik perusahaan yang melakukan CSR, bisa saja CSR menjadi alat pencitraan, maupun greenwashing. CSR merupakan investasi bagi keberlangsungan usaha perusahaan, sekaligus menjadi media marketing, peningkatan citra perusahaan (corporate image) , peningkatan laba perusahaan bila dilakukan secara benar dan sesuai dengan prinsip-prinsip tangung jawab sosial perusahaan. Mari kita renungkan! [ws]

Leave a Reply