Indonesia Medika, Bayar Asuransi Kesehatan dengan Sampah

gamal

Berangkat dari keprihatinan sulitnya akses kesehatan bagi masyarakat miskin, Gamal Albinsaid bersama teman-teman seperjuangannya di Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya mendirikan Indonesia Medika pada tahun 2010. Indonesia Medika adalah sebuah klinik kesehatan yang mengusung konsep socialhealthpreneur atau kewirausahaan kesehatan, dimana fokus usaha atau bisnis yang dijalankan tidak berorientasi profit semata tetapi juga mampu memberikan dampak atau manfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.

Salah satu program andalan dari Indonesia Medika adalah Klinik Asuransi Sampah. Konsepnya hampir sama seperti asuransi pada umumnya, di mana nasabah membayarkan premi tiap bulan. Tapi nilai preminya terbilang murah, dan tidak perlu mengeluarkan uang, cukup dengan sampah.

Menurut pemuda kelahiran Malang, 25 tahun silam ini, untuk menjadi anggota Klinik Asuransi Sampah persyaratannya sangat sederhana, setiap anggota hanya perlu mengumpulkan sampah organik atau anorganik selama satu bulan hingga sampah tersebut mencapai nilai 10 ribu rupiah. Untuk menilai berapa harga sampah yang disetorkan anggota, Indonesia Medika bekerjasama dengan Bank Sampah Malang.

Dengan membayar premi bulanan masyarakat bisa menikmati pelayanan kesehatan yang dipusatkan di sejumlah klinik. Tidak hanya untuk pengobatan, tapi juga untuk program peningkatan kualitas kesehatan dengan penyuluhan dan konsultasi gizi.

Berkat program klinik asuransi sampah ini, pada awal tahun 2014, Gamal memperoleh gelar the prince of Wales young sustainability entrepreneur. Penghargaan tersebut diberikan oleh Unilever dan Universitas Cambridge di Inggris kepada wirausahawan muda yang peduli pada masalah sosial dan lingkungan. Penghargaan disematkan oleh Pangeran Charles di Istana Buckingham.

Saat ini Gamal tengah fokus mengembangkan kliniknya agar bisa lebih maksimal lagi dalam membantu sesama. Klinik yang selama ini hanya melayani pengobatan yang bersifat primer saja dikembangkan agar bisa membantu persalinan ibu hamil yang tidak memiliki biaya melahirkan di rumah sakit.

“Kimi juga berpikir bagaimana kami bisa menolong ibu-ibu hamil yang tidak mampu bersalin di rumah sakit sehingga bisa melahirkan dengan selamat,” ujarnya.

Selain itu Indonesia Medika juga baru saja melaunching program kredit usaha. Program itu merupakan bentuk kerja sama dengan sebuah bank BUMN syariah.

“Jadi kita memberikan modal usaha tanpa riba. Kita minta si peminjam mengembalikan uangnya tanpa riba dan itu nanti bergantian untuk orang lainnya. Jadi uangnya berputar dan kita tak perlu mengeluarkan banyak modal untuk membantu,” pungkasnya.kabarCSR/ika.

Leave a Reply